Forum SMA 3 Bogor

Forum Silaturahim barudax SMA 3 Bogor
 
HomeCalendarGalleryFAQSearchMemberlistUsergroupsRegisterLog in

Share | 
 

 BIAYA KULIAH TERUS MELAMBUNG (SALAH SATU BAHAYA KARENA BBM NAIK TERUS)

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
nuzan
Kopral
Kopral


Number of posts : 51
Registration date : 2008-07-01

PostSubject: BIAYA KULIAH TERUS MELAMBUNG (SALAH SATU BAHAYA KARENA BBM NAIK TERUS)   Tue Jul 01, 2008 8:29 pm

http://republika.co.id/Koran_detail.asp?id=339455&kat_id=151

Senin, 30 Juni 2008

Biaya Kuliah Terus Melambung




Kenaikan bahan bakar minyak (BBM) yang diumumkan pemerintah pada akhir Mei lalu ternyata membawa dampak sangat signifikan di berbagai sektor kehidupan. Kondisi ini mengakibatkan naiknya harga-harga barang kebutuhan pokok serta ongkos transportasi sehari-hari.

Tak hanya itu, kenaikan BBM juga turut mempengaruhi sektorsektor yang tak bersinggungan secara langsung seperti halnya pendidikan.

Sektor pendidikan, pasti merupakan salah satu yang terkena efek domino dari kenaikan BBM. Mulai biaya masuk sekolah, uang bulanan, hingga pembayaran keperluan lainnya untuk sekolah ataupun kuliah dipastikan pasti akan turut naik. ‘’Tahun ini sangat berat bagi kami. Anak kedua saya akan masuk kuliah, tentunya butuh biaya yang tidak sedikit. Padahal, kondisi lagi sulit seperti ini,’’ ungkap Sumirah, warga Depok, ibu dari empat anak.

Meskipun demikian, arti pendidikan bagi keluarga pegawai negeri itu sangat penting. Karenanya, berbagai upaya dilakukan agar dapat menyekolahkan anak ke jenjang perguruan tinggi. Kenaikan biaya kuliah, memang tak bisa dihindari lagi oleh univesitas. Salah satunya adalah Universitas Nasional (Unas). Unas menaikkan biaya kuliahnya sebesar 10 persen untuk tahun akademik 2008-2009. Namun, meskipun terjadi kenaikan biaya kuliah, Unas tetap mengklaim biaya yang ditawarkannya masih dapat bersaing dengan universitas-universitas lainnya. Bahkan, bisa dibilang merupakan salah satu yang termurah.

Mahasiswa hanya dibebankan Uang Pengembangan Pendidikan (UPP) sebanyak satu kali ketika akan masuk Unas di tahun pertama. Nilainya bervariasi, tergantung dari jurusan yang dipilih. Tahun ini, untuk program reguler S1 dan D3, Unas menetapkan UPP mulai dari Rp 2,3 juta hingga Rp 3 juta.

‘’Komponen UPP terdiri dari sumbangan pengembangan, pemeliharaan fasilitas, uang jaket hingga ospek,’’ ungkap Ketua Humas Unas, Abdul Malik. Namun, tahun ini ada yang berbeda dalam penerimaan mahasiswa baru. Pasalnya, Unas menyertakan pelatihan ESQ untuk mahasiswa baru yang biayanya sudah termasuk dalam UPP.
Besaran UPP, lanjut dia, tergantung dari status jurusan dan program studi yang akan diambil. Semakin tinggi status akreditasi, maka UPP yang dibayarkan akan semakin besar. Selain itu, UPP juga tergantung dari program yang diambil, program S1 tentu akan berbeda dengan D3. Demmand masuk ke jurusan juga turut menentukan jumlah UPP yang dibayarkan.

Selain UPP, Unas juga menerapkan sistem paket untuk setiap semester. Biaya paket semester ini menggabungkan beberapa komponen biaya yang harus dibayarkan mahasiswa setiap semesternya. Seperti biaya SKS (Sistem Kredit Semester), uang praktikum, ujian, dana kemahasiswaan, hingga transportasi jalan-jalan seperti city tour yang menjadi program reguler di Akademi Pariwisata.

‘’Sistem paket ini bertujuan untuk mempermudah mahasiswa dalam melakukan transaksi pembayaran di tiap semesternya. Selain itu, juga menjadi pemicu agar mahasiswa termotivasi untuk menyelesaikan kuliahnya tepat waktu bahkan lebih cepat. Orangtua pun dapat turut mendorong anaknya untuk semakin giat belajar,’’ kata Malik.

Biaya paket semester ini bervariasi setiap jurusannya. Untuk program S1 Hubungan Internasional (HI), Unas menetapkan Rp 4,2 juta per semesternya. Namun, untuk S1 Bahasa dan Sastra Indonesia, biaya yang dibebankan ke mahasiswa hanya Rp 1,85 juta per semester. Penentuan besaran biaya paket semester juga tergantung dari akreditasi masing-masing program studi.

Sistem paket semester, lanjut Malik, sudah diterapkan Unas sejak tahun 1998. Sistem ini digunakan karena krisis ekonomi yang sempat melumpuhkan Indonesia saat itu. Sehingga, Unas mengaku harus melakukan reformasi formula biaya pendidikan. Pada waktu itu, biaya paket per semester yang ditawarkan oleh Unas hanya Rp 1,4 juta-Rp 1,5 juta. Sistem paket ini ternyata mendorong masyarakat untuk berbondong masuk Unas.

‘’Penerimaan kita meningkat dua kali lipat, dari yang sebelumnya hanya 1.000 menjadi 2.000 calon mahasiswa,’’ aku Malik. Hingga tahun 2002, sistem paket yang dijalankan merupakan sistem paket murni. Namun, menginjak tahun 2003, Unas memberlakukan uang pangkal, dengan komitmen nilainya tak boleh lebih besar dari uang paket. Pemberlakukan uang pangkal ini juga digunakan untuk menyeleksi calon mahasiswa baru karena daya tampung yang terbatas mengingat animo yang datang cukup membludak. Dengan diberlakukannya uang pangkal, Unas dapat meningkatkan fasilitas dengan ruangan kelas ber-AC hingga perbaikan laboratorium.
Dengan sistem paket semester, mahasiswa dapat mengambil mata kuliah hingga 24 SKS. Jika dioptimalkan, maka mahasiswa dapat lulus hanya dalam waktu tujuh semester saja atau bahkan kurang. Namun, jika tidak maka mahasiswa akan merugi karena tetap harus membayar biaya paket semester yang sudah ditetapkan. ‘’Sistem paket ini mendorong mahasiswa untuk cepat lulus. Jumlah mahasiswa yang lulus dalam waktu 3,5 tahun, terus meningkat setiap tahunnya,’’ aku Malik.
Bahkan, mahasiswa diperbolehkan untuk mengambil mata kuliah lintas fakultas dengan jumlah maksimal enam SKS. Tujuannya, untuk mengoptimalkan biaya paket semester serta memberikan pengetahuan tambahan kepada mahasiswa akan pelajaran-pelajaran di luar program studinya. Atau memperbaiki nilai dengan mengulang mata kuliah yang mencapai nilai C.

Bagi Devi Ariyana, mahasiswa semester enam program studi HI, fakultas ISIP Unas, sistem paket ini memang menguntungkan. Pasalnya, ia menjadi terpacu untuk selalu mendapatkan nilai tinggi agar bisa mendapatkan SKS yang maksimal. ‘’Sekarang saya sedang menyusun skripsi. Targetnya semester tujuh bisa lulus dengan peringkat baik,’’ katanya.

Hal yang berbeda diterapkan oleh Universitas Pancasila (UP). Di sini, mahasiswa yang dinyatakan lulus, harus membayar Uang Pengembangan Kampus dan akademik semester pertama serta sumbangan pengembangan fakultas (SPF). Besaran pembayaran SPF ditentukan berdasarkan peringkat hasil tes dan dibayar dalam dua semester, kecuali untuk Fakultas Psikologi dan Fakultas Komunikasi yang dapat dibayar dalam empat semester.

UP menetapkan biaya SPF mulai dari Rp 2 juta hingga Rp 16 juta. Untuk program S1 fakultas ekonomi misalnya, UP membagi menjadi dua peringkat, dimana peringkat pertama membayar SPF sebesar Rp 2 juta sedangkan peringkat kedua sebesar Rp 2,5 juta.

Namun, hal yang berbeda ditetapkan untuk program S1 Fakultas Farmasi. Di sini penentuan peringkat dibagi hingga empat. Dimana peringkat pertama membayar sebesar Rp 10 juta, peringkat kedua Rp 13 juta, peringkat ketiga Rp 16 juta dan peringkat keempat sebesar Rp 20 juta.

Itu baru biaya SPF saja. Selama semester pertama, selain biaya SPF, mahasiswa yang dinyatakan lulus juga harus membayar uang pengembangan kampus sebesar Rp 750 ribu untuk program S1 dan Rp 350 ribu untuk program D3. Selain itu, masih ada biaya pelaksanaan pendidikan (BPP) dengan besaran Rp 1 juta (S1) dan Rp 800 ribu (D3). Sementara BPP Fakultas Psikologi dan Komunikasi sebesar Rp 1,2 juta.
Komponen biaya lainnya yang harus dibayar pada semester pertama adalah biaya SKS, praktikum, pembinaan dan asuransi. Sehingga total biaya yang harus disiapkan untuk pembayaran pertama berkisar Rp 6 juta-Rp 9 juta di luar SPF untuk empat fakultas yaitu Fakultas ekonomi, farmasi, hukum dan teknik. Sementara untuk fakultas Psikologi dan komunikasi, komponen SPF sudah dimasukkan ke dalam biaya semester pertama yaitu sebesar Rp 10,3 juta.

Untuk semester selanjutnya, pembayaran SKS disesuaikan dengan jumlah SKS yang diambil. Besarannya pun tak sama antara satu fakultas dengan fakultas yang lain. Untuk fakultas Ekonomi dan Hukum, mahasiswa harus membayar Rp 120 ribu/SKS. Sedangkan untuk fakultas farmasi dan teknik, biaya SKS sebesar Rp 135 ribu dan fakultas komunikasi dan psikologi sebesar Rp 150 ribu/SKS.
(mth )
Back to top Go down
View user profile
rud1man
Jendral
Jendral


Male
Number of posts : 263
Age : 37
Lokasi : Al Ihya Bogor City
Registration date : 2008-06-26

PostSubject: Re: BIAYA KULIAH TERUS MELAMBUNG (SALAH SATU BAHAYA KARENA BBM NAIK TERUS)   Mon Sep 15, 2008 2:36 pm

Mendingan sekarang gak usah kuliah tapi dapet skill + gelar, banyak yang kuliah hanya mencari gelar sedangkan skillnya ???
Back to top Go down
View user profile
joe28
Kopral
Kopral


Male
Number of posts : 64
Age : 36
Lokasi : jkt/bgr/dll
Job/hobbies : wiraswasta
Registration date : 2008-10-02

PostSubject: Re: BIAYA KULIAH TERUS MELAMBUNG (SALAH SATU BAHAYA KARENA BBM NAIK TERUS)   Mon Oct 13, 2008 8:30 am

sebenarnya harga bbm masih masuk dalam katagori normal, tinggal bagaimana kita menyikapinya aja biar itu tidak menjadi masalah besar, ada kemungkinan tahun depan bbm pun naik lagi karena dipengaruhi harga minyak mentah dunia yang terus melambung tinggi... so dari sekarang kita harus siap2 menyikapi kenaikan bbm. biar tidak kaget jika bbm naik trus, cause tidak selamanya pemerintah bisa memberikan subsidi untuk yang namanya bbm, jika dibandingkan negara2 lainnya di asia tenggara dan dunia, indonesia mempunyai harga bbm yang paling murah karena subsidi pemerintah.....
Back to top Go down
View user profile
Sponsored content




PostSubject: Re: BIAYA KULIAH TERUS MELAMBUNG (SALAH SATU BAHAYA KARENA BBM NAIK TERUS)   Today at 3:37 pm

Back to top Go down
 
BIAYA KULIAH TERUS MELAMBUNG (SALAH SATU BAHAYA KARENA BBM NAIK TERUS)
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1
 Similar topics
-
» Jawaban Ilmiah untuk ejekan kristen tentang kenapa bersuci 7x salah satu dicampur tanah setelah terkena air liur anjing
» Gathuk2an Tingkat Tinggi: Micro-Chip Salah Satu Pertanda Kiamat ?
» kekuatan dan kelebihan paham asyariyah
» Mengapa Kucing Bukan Salah Satu Hewan Penghuni Surga ?
» Yahya/Yohanes dipenggal kepala?

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
Forum SMA 3 Bogor :: Diskusi :: Pendidikan-
Jump to: